RSS

Memahami Struktur

30 Apr

Refleksi 7 Perkuliahan Matematika Model

Kamis, 21 April 2016

Theresia Veni Tri Nugraheni

PM D/15709251090

 

Untuk menuliskan suatu topik, hendaknya tulisan tersebut memiliki time line yang jelas dan tidak plagiat. Struktur dari terbawah ke teratas, yaitu dari struktur material, formal, normatif dan spiritual. Struktur secara horizontal berarti menjelaskanya sesuatu yang berjalan dari masa ke masa sesuai dengan pendapat pada saat itu. Membuat tulisan membutuhkan keikhlasan, keikhlasan dengan menggapai hati yang jernih dan pikiran yang kritis karena menulis adalah salah satu bentuk olah pikir.

Dalam perkuliahan kali ini dibahas mengenai beberapa topik yang akhirnya diberikan penilaian.

  1. Bahagia

Dalam menuliskan topik bahagia dan juga men-timeline-kannya, hendaknya dijelaskan sesuai dengan struktur material, formal, normatif dan spiritual. Setelah dilanjutkan satu persatu maka akan nampak bahagia secara vertikal itu seperti apa. Haruslah jelas bagaimana bahagia ini dapat menembus ruang dan waktu maka dibutuhkan adanya transformasi (perubahan bentuk/istilah). Perubahan bentuk yang mudah dilihat dan dipahami ialah perubahan istilah. Bahagia antara orang zaman dahulu dengan sekarang memang berbeda tingkat kebahagiaannya dan cara berbahagianya pun berbeda. Hal ini perlu juga dijelaskan, sehingga bagaimana bahagia ini dapat tergambarkan dengan baik. Hal ini akan membantu dalam menembus ruang dan waktu. Misalnya bahagia  bagi orang tua adalah senang, bahagia anak muda adalah happy, bahagia para dewa adalah kodrat.

  1. Berani

Untuk menjelaskan berani, maka di awal perlu dijelaskan apa yang membuat berani ini muncul dan dimana berani ini bermuncul awalnya. Berani dapat diartikan secara kontekstual. Maka perlu diketahui jangkauan secara ekstensi dan intensi. Sehingga akan terlihat berani dari zaman dahulu dari awal hingga akhir jaman. Setelah itu dapat dilihat dari rendah dan tingginya dimensi. Awal zaman bagaimana orang mengertikan berani itu bagaimana. Kira-kira konteks yang bagaimanakah yang dikatakan yang terkait dengan berani. Nah, hal ini perlu dijelaskan agar tentunya dapat menembus ruang dan waktu.

Berani ini lebih tepat dikatakan sebagai fenomena psikologi, yaitu gejala jiwa lawannya takut.  Mengenai berani ini lebih berat mengarah ke psikologi dibandingkan mengenai filsafat. Karena antara berani dan takut merupakan suatu kesatuan. Agak sulit mengkaitkan berani dengan filsafat, karena berani di zaman modern, kontemporer tidak terlihat, bermasalah dari unsur ontologis.

  1. Adil

Adil ini sesungguhnya merupakan suatu keadaan. Namun, adil ini lebih ke ranah politik. Tapi adil ini bila diceritakan sesuai filsafat ialah dapat diartikan sebagai bijaksana. Karena makna adil ini saling berbeda antar setiap orang. Adil dapat bersifat relatif, tergantung penulis akan membawa ke arah mana topik adil. Dari adil kemudian menjadi bijaksana mengalami perubahan bentuk. Ini dapat didasarkan oleh pendapat pada filsuf dalam memaknai adil kemudian menjadi bijaksana. Bahwa salah satu kebijaksanaan ialah bersifat adil.

 

 
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: