RSS

Unsur Dasar Struktur Hermenetika

06 Apr

Refleksi 5 perkuliahan Matematika Model

Senin, 28 Maret 2016

Pada pertemuan ini dibahas kembali mengenai Struktur Hermenetika.  Prof. Marsigit mengajak para mahasiswa untuk mendalami lagi mengenai struktur Hermenetika. Dalam  mengambil suatu topik haruslah merupakan hal yang dasar, atomnya, DNA-nya agar mudah dalam menjalankan timeline berdasarkan unsur hermenetika. Misal hal dasar yang akan diambil adalah nilai. Dalam membuat struktur nilai sebaiknya diawali dari awal mula manusia. Pada awal mulanya, manusia telah memiliki nilai, yaitu baik dan buruk maupun dosa dan neraka. Setelah itu mulai masuk ke unsur hermenetikanya, yaitu dimulai dari jaman dahulu hingga sekarang bagaimana itu nilai. sumber dari nilai ini dapat diperoleh Plato. Setelah dilihat berdasarkan waktunya, kemudian dapat diekstensikan dan diintensikan menggunakan struktur-struktur yang ada. Struktur tersebut dimulai dari dasar ke paling atas, yaitu material, formal, normatif, dan spiritual. Secara material dapat dilihat tentang nilai dan bagaimana cara memahaminya. Secara formal, nilai yaitu menata hubungan antar nilai. Selanjutnya memasuki normatif atau filsafat, yaitu dimulai dari ontologis, epistemologi dan etik estetika. Ontologis dari nilai berdasarkan wadah ialah nilai dan berdasarkan isinya ialah juga nilai. Memasuki epistemologi yaitu bagaimana memahami nilai, dan bagaimana pendapat filosof mengenai nilai. Hingga selanjutnya memasuki struktur spiritual.

Sebagai contoh pengambilan unsur dasar yang tidak tepat, yaitu p.  p merupakan struktur yang rumit dan terikat oleh ruang matematika. Sebaiknya hal dasar yang diambil ialah simbol. p ialah simbol dari suatu bilangan yang irasional. p ini berasal dari munculnya dua ukuran yang berbeda. p ini digunakan untuk menyetarakan suatu nilai. Oleh karena itu, sebaiknya unsur yang diambil merupakan suatu singular bukan yang kompleks dan rumit. Unsur dasar yang dipilih selanjutnya diceritakan menggunakan unsur hermenetika yang kemudian disesuaikan dengan suatu timeline. Jika unsur yang diambil merupakan unsur singular, maka akan dengan mudah untuk men-timeline-kannya. Akibatnya semua unsur hermenetikanya tampak dan jelas. Dari struktur material, formal, normatif, hingga akhirnya masuk ke dalam spiritual.

 

 

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 6, 2016 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: