RSS

Mendalami Struktur Hermeneutika

28 Mar

Refleksi 4 perkuliahan Matematika Model

Senin, 21 Maret 2016

Struktur lengkap dalam struktur hermeneutika merupakan ekstensi dan intensi. Salah satu ekstensi itu banyak, salah satunya dalah diekstensikan dalam sisi ruang dan waktu. Ektensi dalam bidang waktu adalah time line atau sesuai dengan sejarahnya. Pada setiap titik sejarah kita ekstensikan dalam sisi ruangnya, ruang itu adalah keanekaragaman dan dimensinya, sedangkan intensinya pada setiap titik kalau diintensikan maka akan ditemukan kedalamannya. Intensi dan ekstensi yang dinginkan dalam struktur hermeneutika, yaitu seperti yang dipikirkan para filsuf, para matematikawan dan para ilmuwan supaya struktur hermeniutika menjadi valid, dapat dipercaya atau accountable.

Cara mengambil unsur ontologis dalam struktur hermeneutika, ibarat pohon kalau diambil dari sisi bunganya itu akan sulit untuk untuk mencapai akarnya. Tapi kalau mengambil akarnya akan lebih mudah ketemu bunganya, karena sari-sari makanan mengalir dari akar menuju ke bunga. Matematika itu adalah dahan, dahan yang lain banyak contohnya : fisika, ilmu sosial. Artinya dalam filsafat dikatakan sebagai ilmu bidang. Batas ilmu bidang adalah Aguste Comte. Sejak Aguste Comte ada maka muncul ilmu bidang seperti matematika, biologi, geografi, geologi dan segala macam ilmu pengetahuan, karena semangatnya adalah semangat untuk membangun dunia. Matematika murni juga merupakan ilmu bidang.

Dalam membuat struktur hermeneutika ambil unsur satuan. Jika di dalam ilmu sosial atau statistiknya maka satuan data. Jika dalam biologi maka genetikanya. Jika dalam fisika maka atomnya. Jika dalam filsafat makaunsur dasarnya. Ciri-ciri unsur dasar itu adalah dari sisi istilah saja. Jika diteliti dengan berbagai macam pengetahuan, ilmu dan yang berdimensi maka sebenarnya hal tersebut merupakan simulasi dari kehidupan sehari-hari. Karena hidup itu selalu tentang yang ada dan yang mungkin ada, apa saja yang terkait dengan hidup kita sekarang. Hal itu berarti kita sedang belajar. Kita lebih-lebihkan metodenya itu. Kita simulasikan, sehingga apapun persoalan hidup kita sudah masuk kesitu. Termasuk adalah pembelajaran matematika.

Contoh dalam membuat struktur hermenutika dengan unsur dasar pikiran. Sejak jaman orang lahir sampai sekarang, orang itu berpikir terus. Dibuat menggunakan sistematika, minimal sistematika timeline. Dimulai dari timeline pikiran para filsuf, misalnya: jaman Yunani. Bagaiman di jaman itu orang berpikir. Di dalam filsafat tidak bisa parsial tapi harus komprehensif. Komprehensif artinya pikiran di dalam pikiran dan pikiran di luar pikiran. Siapa yang berpendapat, bagaimana pendapatnya, mengalir menembus ruang dan waktu. Ruang dan waktunya adalah masuk ke jaman kegelapan, ketika kebenaran itu didominasi oleh gereja. Manusia tidak boleh menegakkan kebenaran, kecuali gereja yang boleh. Sampai akhirnya dari jaman gelap itu muncul jaman pencerahan, munculnya tokoh-tokoh modern seperti Rene Descartes dan David Huke. Selanjutnya masuk ke jaman modern sampai ke jaman Aguste Comte. Di antara semua yang ada mana yang bisa menerobos, mana yang supporting mana yang tidak supporting, mana yang tumbuh subur, mana yang kurang subur dan sebagainya sampai munculnya scientific dan sebagainya. Jadi epistemologi bisa metode berpikir orang sekarang, orang kemarin, orang dulu. Kalau jaman sekarang kontemporer mulai dari capitalism, pragmatism, utilitarianism, hedonism, materialism dan liberalism mereka berpikir. Supaya jelas dapat dibuat diagramnya.

 
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: